Part #13 : Petualangan Sexs Liar Ku Season 1

Malam itu adalah malam terindah yang pernah terjadi dalam hidupku. Aku jadian dengan kak Ranty, sekarang kak Ranty sudah jadi pacarku.

Aku mencintainya, dia mencintaiku. Entah bagaimana nanti endingnya, bagaimana caraku menjelaskan tentang hubungan ini kepada orang tuaku, aku masih belum memikirkannya.

Sesampainya di rumah ternyata pintu rumahku sudah terkunci, aku ketok tidak ada yang menyahut,

“Kak, gak ada yang nyahut.”

“Udah pada tidur kali.”

“Lewat belakang kak.”

“Ayuk.”

Alhasil kami kembali mencoba masuk lewat jendela dapur seperti dulu.

Saat akan membuka kunci jendela tersebut aku melihat kamar orang tua kami masih menyala yang artinya mereka belum tidur.

“Lha mereka belum tidur kak,” ucapku kepada kak Ranty.

“Iya kok tadi gak dibukain pintu yah?” tanya kak Ranty penasaran.

Kak Ranty kemudian berusaha mengintip dari celah tirai yang sedikit terbuka, aku masih berusaha untuk membuka kunci jendela dari luar secara perlahan karena tanganku masuk ke lubang pecahan kaca yang bisa melukai tanganku.

“Ran..Ran..Ran..sini!!!” panggil kak Ranty lirih.

Aku keluarkan tanganku dari lubang jendela itu lalu menghampiri kakakku.

“Ada apa kak?” bisikku kepada kak Ranty.

Aku kemudian diarahkan untuk mengintip celah tirai itu.

Deggg….

Aku melihat ibuku sedang menungging dan ayahku berada di belakangnya sedang menjilati pantat ibuku.

“Ehmmpppah….ehnaak…phaaah….”

Samar-samar aku mendengar desahan ibuku. Pantatnya aku lihat bulat sempurna, lebih besar dari pantat kak Ranty.

“Ehmmppahh….mhasshukkin…shhkarrrannggghhh….”

Lagi-lagi ibuku mendesah sensual, membuatku menjadi konak, sesaat aku melirik ke arah kak Ranty yang sama-sama sedang mengintip.

Aku lihat dia menggigit bibir bawahnya, dan tangan kak Ranty memegang lenganku dan menekan-nekan ke arah memeknya. Tampaknya kak Ranty ikut konak juga.

Aku kembali mengintip karena aku masih penasaran dengan aktifitas orang tuaku di dalam.

Sekarang ayahku sudah memasukkan kontolnya ke memek ibuku. Ayahku memompa ibuku dari belakang.

Terlihat kontras karena ayahku yang hitam legam dan wajahnya sudah menampakkan kerutan dengan rambut yang penuh uban sedang menunggangi ibuku yang putih mulus meskipun terdapat sedikit lipatan lemak di perutnya.

“Ohhh….shhhmm…pahh…shhh…” desah ibuku.

“Ohh…Ros…aku mau keluar…Ros…ahkkk”

Akhirnya ayahku jebol juga, ku lihat dia ambruk di atas punggung ibuku.

“Wah udah selesai nih,” ucapku dalam hati.

Aku melirik ke arah kak Ranty, aku lihat wajahnya sudah memerah menahan nafsu. Aku tak sadar ternyata tanganku sudah ia masukkan ke dalam celananya, karena aku terlalu asik melihat adegan di kamar orang tuaku.

“Ahh…Ran…emmcphh….”

Kak Ranty langsung mencium bibirku, sekejap itu pula aku membalas ciumannya.

Tanganku aku gerakkan di dalam celananya, memeknya sudah sangat basah, aku raba-raba hingga aku menemukan klitorisnya.

Lalu aku jepit klitoris itu dengan jari telunjuk dan jari tengahku, kemudian aku usap memeknya naik turun sehingga klitorisnya bergesekan dengan jariku.

“Ohh…Ran…emhhh….kakak mau keluar Ran…” ucapnya lalu seketika kak Ranty memelukku dengan erat lalu tubuhnya mengejang, aku rasakan tanganku disemprot oleh cairan berkali-kali.

Srrrr….srrrrr…..srrrr….

Aku merasakan nafas kak Ranty tersengal-sengal, namun sesaat kemudian dia mulai tenang.

Setelah kak Ranty selesai merasakan orgasmenya, dia kemudian melepaskan pelukannya lalu berjongkok di hadapanku.

Kak Ranty membuka resleting celanaku beserta kancingnya lalu dipelorotkan sekaligus dengan celana dalamku hingga kontolku bebas menggantung.

Digenggamnya kontolku lalu diarahkan ke mulutnya, sesaat dia cium ujung kontolku yang bulat seperti helm, lalu disibaknya lubang kontolku dengan jarinya kemudian kak Ranty menjilati lubang kontolku hingga sedalam lidahnya dapat masuk.

“Ahhh….shhhh…kak…enak kak…”

Aku merasakan geli sekali saat lidahnya menggelitiki lubang kontolku, kemudian kak Ranty menyedot-nyedot kepala kontolku baru ditelan seluruhnya.

“Shhhh….emmhhhh….shhhh…ehnnaak…kakk,” desahku merasakan blowjob dari kak Ranty.

Kak Ranty kemudian memaju mundurkan kepalanya di kontolku sehingga menimbulkan suara.

Clpppp….clpppp…clpppp…

“Ahhh…ahhh…ahhh…”

Aku merasakan akan mencapai orgasme, aku pegang kepala kak Ranty kemudian aku maju mundurkan sesuai dengan ritme kontolku, semakin cepat dan cepat.

Beberapa saat kemudian tibalah saat aku mencapai klimaks, aku dorong kontolku hingga masuk ke dalam kerongkongannya lalu…

Crottt…crottt…crottt…crottt…

Semprotan pejuku langsung masuk ke dalam kerongkongan kak Ranty menuju ke lambungnya.

Namun saat kontolku masih tertanam di tenggorokannya dan semprotan maniku belum habis, kak Ranty sudah kehabisan nafas.

Grrrhhhhhkkkhhh…..

Aku mendengar kak Ranty sedikit tersedak hingga menimbulkan suara seperti sapi sedang disembelih. Kalian bisa bayangkan sendiri.

Aku buru-buru keluarkan kontolku dari mulut kak Ranty takut terjadi apa-apa dengannya.

“Hehhhhh…uhukkk..uhukk…hehhhhh…”

Kak Ranty terbatuk-batuk mencoba mengambil nafas sebanyak-banyaknya, aku menjadi panik karena itu.

“Eeh…maaf kak, Randy udah kelewatan yah kak…maaf kak” ucapku meminta maaf.

Kak Ranty kemudian mendongakkan kepalanya, aku lihat ada cairan putih keluar dari lubang hidungnya.

“Duh sampe keluar dari hidung pejuku,” batinku.

Kak Ranty kemudian mengelap spermaku dengan jarinya kemudian kak Ranty menjilati jarinya yang ada bekas spermaku.

“Nakal kamu Ran, nyampe dalem banget, hampir aja kakak mati kehabisan nafas,” sergah kakakku.

Aku hanya cengar-cengir saja mendengarnya.

Setelah selesai kami pun kembali memakai celana kami yang berantakan, sejenak aku kembali mengintip kamar orang tuaku.

Aku lihat ayahku sudah tertidur pulas sedangkan ibuku sedang duduk di depan cermin sambil mengangkang???

Ibuku saat itu sedang mengelus-elus memeknya sambil melihat ke layar hp, aku tidak tahu apa yang ibuku lihat saat itu.

Namun aku tidak melanjutkannya karena ada kak Ranty di luar sudah kedinginan. Untung saja saat itu apa yang kami lakukan tidak ketahuan.

Aku lalu kembali mencoba membuka jendela dapur untuk masuk, dan tidak lama aku berhasil membukanya lalu kami masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah kami buru-buru berpisah karena takut ketahuan, namun saat aku akan masuk ke dalam kamarku aku melihat ibuku keluar kamar.

Aku lalu buru-buru bersembunyi di belakang sofa, kemudian aku lihat ibuku duduk di sofa tersebut.

Aku heran kenapa saat itu ibu tidak menyalakan lampu sedangkan ibuku berada di ruangan itu.

Ku coba tunggu di belakang sofa itu, namun sudah beberapa lama aku tidak mendapati suara apapun.

Lalu aku mencoba untuk mengintip sedikit, ternyata ibuku sedang chat dengan seseorang, aku fokuskan kepada layar hp ibuku itu.

Disitu ibuku sedang chat dengan kontak yang ia beri nama ‘Anak Lanangku’ yang artinya anak laki-lakiku.

Saat itu posisi kepalaku sangat dekat dengan kepala ibuku, kalau saja ibuku menengok sedikit maka dia akan melihat diriku.

Namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takut akan ketahuan.

Beberapa riwayat chatnya bisa aku baca.

“Yank, barusan aku main sama suamiku tapi aku gak puas.”

“Yank???” ujarku dalam hati.

Aku tidak menyangka kalau ibuku ternyata ada affair dengan orang lain, itulah sebabnya dia menamai kontak tersebut ‘Anak Lanang’ agar apabila ada yang membuka kontak tersebut mereka akan mengira itu adalah diriku.

Aku kembali memperhatikan layar hp itu, ada balasan darinya.

“Hmm..tante gak puas yah, mau aku puasin?” balas orang itu dengan emot flirt.

“Mau banget yank, kirim foto kamu dong yang sekarang, jangan pake apa-apa.” Ibuku membalas demikian.

“Tante juga yah, kirim foto memeknya dari bawah.”

Ibuku kemudian bangkit lalu menyalakan lampu, sebentar dia mengecek kamarnya untuk memastikan suaminya sudah tertidur pulas.

Kemudian ibuku kembali ke sofa itu, untung saja kamarku tidak ia cek, mungkin ia mengira kalau aku sudah tidur.

Kembali aku mengintip.

“Shit!!!” umpatku.

Aku kembali bersembunyi, Ternyata kamera depan hp ibuku sedang aktif, untung saja dia tak sadar kehadiranku karena saat itu ibuku sedang membersihkan kemaluannya.

Beberapa saat kemudian aku kembali mengintip, ibuku sudah mengirimkan fotonya kepada kontak itu. Aku melihat foto ibuku sedang mengangkang di layar hpnya.

“Udah yank giliran kamu, aku udah horny banget,” caption ibuku di fotonya itu.

Tidak lama berselang datanglah balasan dari kontak tersebut dengan mengirimkan fotonya yang bugil sambil menunjukkan kontolnya yang mengacung keras.

Betapa terkejutnya diriku mendapati pemilik kontak itu adalah…

“REZAAAA!!!!!”

Bersambung

Memek basah becek cewek bispak anak surabaya
stw hot
Wisata unik di jogja, makan di temani STW yang cantik
Foto Cewek Cina Cantik Putih Telanjang Memek Merangsang
gadia merintih
Kenikmatan Yang Di Berikan Erik
Mama sexy
Tiap Memandang Mama Aku Menjadi Sangat Bergairah
smp sexy
Main dokter-dokteran dengan om bayu teman akrab ayah
ngocok bareng
Ngocok bareng dengan ibu ibu cantik sampai keluar
Foto melihat belahan memek sempit anak sma
spg cantik
Cerita ku ngentot pertama kali dengan seorang SPG
Rahasia Yang Akan Terus Ku Simpan
Skandal SMA pakai seragam pamer memek tembem
Cerita Panas Menjadi Pemuas Nafsu Tante Girang
sma nakal
Darah Keperawanan Gadis Cantik Primadona Sekolahan
ngentot adik sepupu
Ngentot adik sepupu waktu dia tidur terlelap bagian dua
gadis cantik
Pengalaman masa muda yang tak akan pernah terlupakan bagian 1
dukun cabul
Cerita dukun cabul yang menikmati tubuh pasien nya bagian satu