Part #16 : Petualangan Sexs Liar Ku Season 1

Cukup sudah penyelidikanku, aku sudah tahu semuanya, Reza adalah seorang maniak sex dan ibuku sudah tega berselingkuh dengan Reza di belakang kak Ranty.

Aku tak akan membiarkan ini terjadi, harus dikasih pelajaran.

Seketika aku turun dari kursi itu lalu bersiap untuk mendobrak pintu kamar kost Reza.

Braaaakkkk!!!!!

Pintu itu terbuka, Reza dan ibuku nampak sangat terkejut dengan dobrakan itu. Reza kemudian bangun.

“Ran, ko…kok lu bisaaa…..”

Buggghhhh……

Belum sempat Reza menyelesaikan kata-katanya sebuah pukulan mendarat tepat di ulu harinya sehingga membuat dia roboh.

“Randyyy….cukup Ran…”

Ibuku yang masih dalam keadaan bugil mencoba menghalangiku untuk menghajar Reza.

“Minggir bu! orang ini harus dikasih pelajaran!” seruku penuh amarah.

Ternyata Reza masih bisa bangkit setelah menerima pukulanku itu.

“R…Ran…tunggu Ran…”

Aku kemudian memutar badanku lalu melakukan serangan dengan teknik dwi cagi dan membuat Reza terpental hingga menabrak lemari baju yang ada di kamarnya.

“Arrrkkkhhh…..” desis Reza kesakitan.

“Gue habisin lu!!! lu udah ngancurin keluarga gue!!! Bentakku dengan penuh emosi.

“Ran…mamah mohon Ran, hentikan ini mamah bisa jelasin,” pinta ibuku kepadaku.

“Gak ada yang perlu dijelasin lagi mah! Randy udah denger semuanya! selama ini mamah selingkuh sama pacar anak mamah sendiri! dan kalian punya rencana punya anak! ya kan mah??? JAHAT!!!” Murkaku meledak seketika.

“Maafin mamah Ran, mamah emang salah, mamah minta maaf…” ucap ibuku sambil menangis.

“Randy gak bisa maafin mamah, Randy kecewa banget sama mamah!!!”

Aku langsung pergi setelah mengucapkan kalimat terakhir itu.

“Randy tunggu!!!” Ibuku mencoba menahanku dengan memegang tanganku, namun aku dengan mudah melepaskannya.

Kemudian aku naiki motorku dan pergi meninggalkan ibuku dan Reza. Aku tak peduli lagi dengan mereka, perasaanku saat itu tidak karuan.

Lalu aku memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah aku langsung disambut oleh kak Ranty.

“Ran, udah selesai urusannya?” tanya kak Ranty sembari mencium punggung tanganku. Hal yang janggal saat kakak perempuan mencium punggung tangan adiknya waktu adiknya pulang.

“Iya kak,” jawabku singkat.

“Kamu kenapa Ran? kok kayaknya bete begitu?”

Tampaknya kak Ranty menangkap gelagat aneh pada diriku.

“Gak papa kak, tadi Randy ketemu Lisa,” jawabku sekenanya.

“Oh, masih marahan?”

“Belum baikan aja.”

Aku lalu duduk di sofa disusul oleh kak Ranty.

“Ran!” panggil kakakku.

“Hmm?” Aku hanya bergumam.

“Di rumah sepi nih, cuma kita berdua aja, enaknya ngapain yah?” pancing kak Ranty.

Aku lihat kak Ranty tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya.

“Tapi kan tadi Randy kalah kak, katanya kalo kalah Randy gak dapet jatah.”

“Eh…ini kan kakak yang minta, berarti ini jatah kakak dong bukan jatahmu.”

Sebenarnya mau jatah siapapun sama saja, karena kita menikmatinya bersama.

“Berarti ini kakak yang minta jatah sama Randy dong?” ujarku memastikan.

Kak Ranty hanya mengangguk sambil tersenyum. Aku terdiam sejenak, bagaimana kalau ibuku mendapati aku sedang berhubungan sex dengan kak Ranty?

Apakah dia sama terkejutnya denganku ketika aku memergokinya bersama Reza? Apakah dia akan marah padaku? Aku jadi penasaran.

“Ayuk kak, tapi mainnya di sofa aja yah,” pintaku kepadanya.

“Jangan dong Ran, nanti kalo ada yang ngintip dari luar gimana?”

“Gak akan kak, tenang aja.”

Aku bahkan sengaja ingin menunjukkannya ke ibuku, aku perkirakan ibuku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah aku menangkap basah mereka.

Kamipun ngentot di ruang tengah itu. (karena bukan arc Ranty lagi, maka untuk sex scene tidak saya jelaskan detailnya).

Desahan demi desahan menggema di ruangan itu, aku tahan-tahan klimaksku sembari menunggu ibuku pulang, kak Ranty sudah dua kali keluar.

Namun sudah satu jam ibuku belum pulang juga. Aku jadi curiga apakah mereka meneruskan permainan mereka bahkan setelah aku melabraknya?

“Kalau emang seperti itu, mereka bener-bener kurang ajar!” batinku.

Beberapa saat kemudian aku memutuskan untuk mengakhiri permainan karena aku melihat kak Ranty sudah tidak sanggup lagi mengimbangi permainanku.

Aku seperti bersenggama dengan boneka, hanya mengangkang dan tidak bergerak.

Seperti biasa, aku tumpahkan spermaku di dalam rahim kak Ranty, dia hanya merintih kecil tanpa bergerak sedikitpun.

“Gagal deh,” ucapku dalam hati.

Setelah selesai, aku membangunkan kak Ranty yang sedang memejamkan matanya.

“Kak bangun kak!”

Kak Ranty kemudian membuka matanya.

“Pindah ke kamar kak.”

“Aduh Ran, kakak gak kuat berdiri Ran, lemes banget.”

“Sini kak, Randy bopong,” ucapku seraya membopong kak Ranty.

Kemudian aku bawa kak Ranty ke kamarnya, setelah aku letakkan kak Ranty di ranjangnya, aku beranjak akan pergi namun sejenak kak Ranty menahanku.

“Ran!”

“Iya kak?” Aku mengernyitkan dahiku penasaran dengan apa yang akan dikatakannya.

Kakakku terdiam sambil senyum-senyum.

“Apaan kak ishhh…” tanyaku sekali lagi.

“Kamu mandi dulu Ran, habis pertandingan tadi kamu belum mandi kan? bau tau kakak hampir pingsan tadi, hehehe…” ungkap kakakku sambil tertawa.

“Oh…jadi tadi kakak pingsan gara-gara nyium bau badan Randy?”

“Hehehe…becanda aja kok sayang, lengket aja kulitmu di badan kakak tadi.”

“Hmm…ya udah Randy mandi dulu kak.”

Aku pun mandi untuk membersihkan keringatku dan mendinginkan pikiranku.

Setelah mandi aku masuk ke kamarku untuk berganti pakaian. Saat aku buka pintunya aku kaget karena di dalam sudah ada ibuku sedang duduk di pinggiran kasur.

“Randy, mamah mau ngomong sama kamu!” ucapnya kepadaku.

“Mau ngomong apa lagi mah? kalo ngomongin masalah tadi mending gak usah, Randy udah cukup tau semuanya,” terangku.

“Mungkin kamu sudah tau sebagian, tapi kamu belum tau semuanya, mamah tau apapun penjelasan mamah tidak membuat perbuatan mamah dibenarkan, tapi mamah mohon kamu dengerin dulu baik-baik,” jelas ibuku panjang lebar.

Aku memutuskan untuk mendengarkan penjelasan dari ibuku, aku kemudian duduk di sebelah ibuku untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan olehnya.

Saat itu aku hanya mengenakan celana boxer dan handuk yang melingkar di leherku.

“Jadi gini Ran, awalnya…”

Ibuku mulai bercerita tentang kisahnya hingga ia bisa terjerembab dalam hubungan gelap itu.

Aku mendengarkannya dengan seksama, karena aku sangat penasaran dengan cerita ibuku itu.

Jadi dari penjelasan ibuku ternyata Reza itu adalah anak dari saudara jauh ayahku, pertama kali ibuku dan Reza bertemu saat resepsi pernikahan kakak perempuan Reza.

Saat acara itu juga orang tua Reza berencana untuk menjodohkan Reza dengan kak Ranty, saat itu mereka masih SMA dan sedang menjalani ujian kelulusan.

Namun dilain waktu disaat sendiri, Reza tiba-tiba justru menyatakan perasaan cintanya kepada ibuku dan bukan kakakku!

Ibuku menolak mentah-mentah karena hal itu bisa menyebabkan skandal dalam keluarga mereka dan bisa menghancurkan hubungan antara kedua belah keluarga.

Seiring berjalannya waktu, kakakku lulus dari SMA dengan predikat siswa terbaik dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas negeri.

Reza, dengan kekuatan finansial orangtuanya pun bisa masuk ke dalam universitas yang sama dengan kakakku.

Orangtuanya sengaja memasukkan Reza ke universitas itu agar mereka jadi lebih dekat sehingga perjodohan itu jauh lebih mudah.

Setelah itu Reza kemudian berpacaran dengan kak Ranty, namun perasaan cintanya terhadap ibuku belum juga luntur.

Dia masih saja mendekati ibuku untuk meluluhkan hatinya, bahkan dia sering pergi ke pasar tempat ibuku berjualan untuk membantunya menjual sayur.

Setiap hari sepulang kampus, Reza selalu mampir ke lapak ibuku untuk memberikan ibuku bekal makan siang, membantu ibuku berjualan, atau sekedar mengobrol.

Hari demi hari berlalu, sikap perhatian Reza terhadap ibuku akhirnya meluluhkan hatinya.

Pada akhirnya ibuku menerima pernyataan cinta Reza, dan mereka pun menjalani hubungan gelapnya hingga saat ini.

Aku yang mendengarkan penjelasan dari ibuku itu nyaris tidak percaya. Ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu.

“Jadi gitu ceritanya, mamah harap kamu bisa maafin mamah,” ucap ibuku memohon.

Aku masih belum bisa menerima penjelasan dari ibuku itu, lalu aku kembali bertanya.

“Mamah bener-bener cinta sama Reza atau mamah hanya butuh kepuasan seksual?”

Ibuku terlihat kaget.

“Kenapa kamu ngomong gitu?” Ibuku menjawab dengan mengernyitkan dahinya.

“Randy tau kalo mamah gak puas sama papah, ya kan mah.” Aku tersenyum sambil mengangkat alisku.

“Kamu ngomong apa sih Ran!”

“Dan mamah minta dipuasin sama Reza lewat video call.”

Ibuku terdiam seketika saat mengetahui bahwa aku tahu apa yang dia lakukan tadi malam.

Aku kemudian mendekatkan bibirku ke arah telinga ibuku lalu berbisik.

“Kalo mamah butuh, Randy siap kok! gak usah jauh-jauh ke tempat Reza!”

Ibuku lalu melotot ke arahku, aku tatap matanya lalu seketika itu kucium bibirnya.

Dia terlihat kaget dan ambruk di atas kasurku karena sedikit dorongan dari diriku, langsung kucumbui lehernya naik turun.

“Ouhhh…..Rhanddyyy…jhhaanghaann….” desis ibuku meronta-ronta seraya meremas dan menjambak rambutku.

Bersambung

pembantu hot
Meremas Dan Merangsang Pembantu Sange Bagian Dua
500 foto chika bandung pakai baju sexy keliatan memek nya
tetangga montok
Cerita berselingkuh dengan tetangga ku yang montok
rekan kerja sange
Menolong Teman Kerja Yang Pengen Merasakan Orgasme
tante hot
Ngentot Tante Ku Sendiri Yang Sedang Asyik Masak Di Dapur
foto tante cantik telanjang
Foto tante girang cantik putih mulus lagi bugil
anak angkat nyusu pada ibu angkat
Anak angkat yang pengen nenen pada ibu angkat nya bagian satu
Tante hot suka ngentot
Pemuda Perkasa Yang Bisa Memuaskan Hasrat Sexs Ku
Foto bugil janda muda ngangkang pamer memek
Foto memek basah tante cantik lagi horny
toket kecil
Cerita ngentot teman SMA yang dulu ku idam idam kan
Adik keponakan ku yang centil dan sexy
Istriku yang Soleha
Foto bugil model JAV cantik seksi
Mandi Bareng Dengan Tante Dewi
gadis binal
Calon Pengantin Wanita Yang Berselingkuh Ayah Mertua Di Saat Resepsi Pernikahan