Part #20 : Petualangan Sexs Liar Ku Season 1

Setelah malam itu aku sempat dimarahi habis-habisan oleh Icha karena crot di dalam memeknya, namun aku hanya menimpali dengan cengengesan.

Beberapa hari kemudian Icha mengabari ku kalau Reza sudah berangkat kuliah, aku putuskan untuk menjalankan rencanaku malam ini.

“Cha, malam ini siap kan?”

“Entar, gue belum nanya Reza mau apa enggak.”

“Dia baru keluar dari rumah sakit, berarti udah beberapa hari dia gak ngentot, pasti mau lah.”

“Iya udah nanti gue kabarin lagi.” Isi pesan terakhir Icha.

Saat itu aku masih berada di sekolah, namun pikiranku sudah menerawang jauh kepada rencanaku nanti malam.

Sepulang sekolah aku kembali mendapatkan wa dari Icha.

“Ran, Reza mau keluar nanti malem.”

“Sip! Entar malem lu kabarin lagi kalo mau pergi.”

“Oke,” jawabnya singkat.

Setelah itu aku mengajak Lisa untuk pulang ke rumah, kebetulan saat itu Lisa mengajakku untuk mampir ke rumahnya dan kita sempat ngentot satu kali di sana.

Hitung-hitung untuk melepas ketegangan menjelang malam nanti. Aku lagi-lagi crot di memek Lisa namun dirinya sudah tidak khawatir lagi karena sudah antisipasi seperti kakakku.

Aku memang orangnya tidak bisa kalau tidak keluar di dalam, rasanya seperti ada yang kurang kalau lagi enak-enaknya tiba-tiba harus dicabut.

Setelah itu aku pulang ke rumah dan menunggu saat malam tiba.

Skip…

Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Aku mendapatkan pesan dari Icha.

“Ran, ini gue mau berangkat ke klub bareng Reza.”

“Oke sip, ati-ati jangan sampe lu mabok ya!” balasku kepadanya.

Gawat kalau dia sampai ikutan mabuk bisa gagal rencanaku.

“Tenang aja lu!” balasnya lagi.

Saat itu kak Ranty sudah tertidur. Akhir-akhir ini memang kakakku selalu murung dan menghindari untuk bertemu dengan ibuku. Ayahku juga sudah tertidur karena kelelahan setelah seharian bekerja.

Ibuku saat itu juga sudah akan terlelap tidur namun aku cegah dengan mengajaknya mengobrol di teras rumah.

“Mah, akhir-akhir ini kak Ranty sering murung ya,” ucapku kepada ibuku.

“Iya Ran, mamah juga ngerasa kalo kakakmu menghindari mamah.”

“Ya wajar aja sih sebenernya, kan pacarnya sendiri selingkuh sama mamahnya,” ujarku sedikit menyindirnya.

“Kamu gak usah ngungkit masalah itu lagi Ran!” sergah ibuku tegas.

Aku hanya diam saja tak merespon.

“Apa kakakmu tau ya tentang hubungan mamah sama Reza, itu sebabnya dia menghindari mamah?” timpalnya lagi.

Aku hanya mengangkat kedua bahuku lalu berkata, “Entahlah, mungkin aja!”

Aku memang mengetahui kalau kak Ranty murung memang karena mengetahui hubungan ibuku dan Reza tapi aku tak mau memberitahukannya dulu.

Sejenak kami terdiam sunyi, tak ada kata lagi terucap namun beberapa saat kemudian aku menerima pesan dari Icha.

“Otw kost!” Isi pesan yang dikirimkan oleh Icha.

Aku tersenyum melihat pesan itu, kemudian aku matikan layar ponselku.

“Mah, apa mamah udah siap terima kenyataan kalo Reza sebenernya cuma mempermainkan mamah?” tanyaku kepada ibuku.

“Ngomong apa kamu Ran?”

“Yah, Randy yakin kalo selama ini Reza gak bener-bener cinta sama mamah tapi cuma pengin tubuh mama doang, banyak yang udah jadi korban dia mah, asal mamah tau aja,” jelasku panjang lebar.

“Jangan asal ngomong kamu! Reza bukan orang yang seperti itu, dia anak orang baik-baik!” protes ibuku.

“Ya udah kalo mamah gak percaya, ayo Randy bakal tunjukin sesuatu!” ajakku sembari menarik tangannya.

“Mau kemana malam-malam gini Ran?”

“Ke kostnya Reza, Randy yakin sekarang pasti dia lagi sama cewek lain.”

Ibuku tak membalas dan hanya menurut untuk ikut bersamaku. Kami pun meluncur ke kost Reza.

Sesampainya di sana kami melangkah ke lantai dua kamar kost Reza dengan perlahan-lahan.

Saat itu tampaknya Icha melakukan tugasnya dengan baik. Pintu kamar Reza tidak ditutup dengan rapat agar aku dapat membukanya tanpa menimbulkan suara.

Tibalah aku dan ibuku berada tepat di depan pintu kamar Reza, desahan demi desahan sudah terdengar dari arah depan.

Aku lihat ibuku mengernyitkan dahinya, aku letakkan satu jariku di depan bibirku sendiri memberi isyarat agar tidak membuat suara.

Aku buka pintu itu secara perlahan, lalu mata ibuku terbelalak melihat adegan yang ada di depan matanya.

Di situ tampak Reza dan Icha sedang ngentot dengan gaya missionary. Posisi Reza saat itu memunggungi aku dan ibuku yang secara otomatis Icha yang berada di bawah Reza dapat melihat kedatangan kami.

Posisi itu memang sudah diatur oleh Icha, tampaknya dia melakukan tugasnya dengan sempurna.

Aku lihat mata ibuku sedikit berkaca-kaca, namun ini bukan pertunjukan yang sebenarnya.

Aku berikan isyarat kepada Icha agar melakukan apa yang sudah kita rencanakan yang ditimpalinya dengan anggukan saja. Kemudian Icha mulai mendesah panas.

“Ouhh…Rhezz…enhaakk..***k…memeekk…akhhuuu…”

“Hmmhh…Enakkk…bangheettt…chaaa….”

“Ehnnaak…mannhaa…shaamaa…phunyaa…thantee…Ross…”

“Enakkk…phunyaamuu…laahhh…phunyyaa…dhiaa…udhaa…thuaa…bhangkkaa…”

Ibuku mulai menitihkan air matanya mendengar perkataan dari Reza itu.

“Ouhh…kataanyaa…khammuu…chinntaa…saamma…dhiaa…”

“Heehhh…manaa…mhunggkinn…akhuu…chintaa…shamaa…dhiaa…dhiaa…chumaa…akhuu…jadiin…kholekkshii…ajhhaa…”

“Kook…bhisaa…ghituu…”

“Yhaa…lhumayhann…orhangg…thuaa…ghampangg…dhikibulinn…ouhhh…” lenguh nikmat Reza.

Kurasa ibuku sudah tidak tahan lagi terhadap kelakuan Reza.

“Reza!!! Tante gak nyangka kamu bisa berbuat seperti itu sama tante!!!”

Duarrrr!!!!

Reza kemudian langsung berdiri dan otomatis mencabut kontolnya dari memek Icha

“Ta…tanteee, se..sejak kapan tante ada di sini?” tanya Reza panik.

“Kamu gak usah peduliin tante lagi! urus aja semua koleksi kamu itu!!!” murka ibuku lalu berlari keluar dari kamar Reza.

Reza kemudian berusaha menyusul ibuku dengan keadaan telanjang bulat, namun sebelum dia melewatiku, aku langsung cekik lehernya lalu aku angkat dan aku banting ke lantai kamar kostnya.

“Chokeslam!!!”

Brugggg….!!!

Reza mengerang kesakitan, aku tak peduli lagi kalau rusuknya kembali patah. Icha memekik melihat apa yang aku lakukan barusan.

Aku kemudian menghampiri Icha, lalu aku berbisik, “Makasih sayang udah lakuin tugas dengan baik!”

Lalu aku pergi dan menyusul ibuku, aku lihat ibuku tampak duduk di trotoar di sebelah motorku sedang menangis sesunggukkan.

“Udah sekarang mamah tau kan Reza orangnya kaya apa? sekarang pulang yuk, terus lupain yang namanya Reza,” ucapku menenangkan.

Ibuku tak menjawab melainkan hanya mengangguk lalu kami menaiki motorku dan pulang ke rumah.

Di sepanjang perjalanan ibuku hanya diam, dia hanya menyandarkan tubuhnya di punggungku.

Sesampainya di rumah aku langsung memarkirkan motorku dan masuk ke dalam rumah. Saat itu sudah pukul 01.00 WIB. Untung tidak ada orang yang bangun.

Ibuku masih tampak menangis lirih jadi aku bawa dia ke kamarku. Di sana kami duduk di tepi ranjangku.

“Ran! maafin mamah ya, selama ini mamah bodoh udah percaya sama Reza bajingan itu!” ucap ibuku sambil menangis.

“Mah, gak ada manusia yang sempurna, semua pasti pernah ngelakuin kesalahan.”

“Mamah bener-bener nyesel udah percaya sama dia! mamah gak akan pernah ngelakuin kesalahan itu lagi, kamu mau kan maafin mamah?”

Aku tersenyum kepada ibuku.

“Apapun kesalahan mamah, Randy pasti maafin kok, karena Randy sayang sama mamah.”

Tiba-tiba ibuku menatapku dengan dalam. Ada sesuatu di dalam matanya yang tak bisa ku jelaskan.

“Apa kamu bener-bener sayang sama mamah?” tanya ibuku dengan serius.

“Iya mah, Randy sayang banget sama mamah, apapun yang mamah minta pasti Randy kabulin, makannya kalo minta sesuatu sama Randy aja, jangan sama orang lain yang gak jelas,” jawabku panjang lebar.

Kemudian tangan kirinya ia letakkan di pipi kananku. Mata kita saling bertemu, aku dapat melihat matanya yang sembab karena habis menangis.

“Apa ada pengecualian? kalo mamah minta sesuatu yang agak aneh gimana?” tanya ibuku.

“Misalnya?”

Tiba-tiba ibuku mencium bibirku dengan lembut. Aku tersentak kaget karena tidak menyangka akan secepat ini.

Beberapa saat kemudian aku berhasil menguasai situasi, aku balas ciuman bibirnya di bibirku.

Ibuku memainkan lidahnya dengan lidahku hingga menimbulkan suara.

“Ssscppppcshhcpppp….”

Tampak ibuku sedang menahan birahi yang sangat tinggi, itu terlihat semakin bernafsunya dia memagut bibirku.

Lalu ibuku melepaskan pagutannya di bibirku, terlihat air liur kami saling terhubung antara bibir dengan bibir.

Aku rebahkan ibuku, lalu ku cium lehernya sehingga ia melenguh.

“Ouhhhh…..”

Aku ciumi lehernya naik turun, ibuku menjambak-jambak rambutku dan terus mendesah-desah.

Ciumanku aku turunkan ke dadanya lalu aku naikkan kaosnya hingga di atas payudaranya.

Aku lihat ibuku nampak tidak ada penolakan darinya, mungkin dalam keadaan normal dia akan menamparku apabila aku melakukan hal itu.

Namun karena situasi ini berbeda, dia sedang dirundung kekecewaan, cintanya telah mengkhianati bahkan melecehkannya.

Aku angkat sekalian bhnya keatas dan…

Blusss….

Keluarlah toket yang indah, besar, dan menggairahkan. Tanpa berlama-lama aku langsung cumbui toketnya itu, mulai dari jilatan di payudaranya lalu disekitar putingnya hingga aku sedot putingnya itu dengan bibirku.

“Ouhhh…shhh…ehmmm….shhhh…” racau ibuku.

Aku hisap bergantian kanan dan kiri, tangan ibuku melingkar di belakang kepalaku seperti anak sedang menyusu pada ibunya.

Tangan kananku aku gunakan untuk melepaskan celana ibuku yang hanya sebuah celana kolor.

Awalnya ibuku menahan, lalu intensitas rangsangan di putingnya aku naikkan sehingga dia melepaskan genggaman tangannya di tanganku.

Celana ibuku sudah turun sampai mata kaki meninggalkan celana dalam yang masih membungkus memeknya.

Aku masukkan tangan kananku ke dalam cd nya itu.

“Achh…sshhh….mmhhh….” desah ibuku saat merasakan tanganku mulai menjamah memeknya.

Pinggulnya bergoyang ke sana kemari, kemudian aku turunkan cd nya, ia bantu dengan mengangkat pinggulnya agar aku mudah untuk menariknya ke bawah.

Setelah tubuh bagian bawahnya sudah tak tercover lagi aku turunkan cumbuanku melewati perutnya hingga mencapai memeknya.

Sejenak aku pandangi memek ibuku itu yang dibilang memek tua bangka oleh Reza tadi, tampak masih indah mempesona.

Kemudian aku lirik wajah ibuku, saat itu dia sedang menunduk melihat apa yang aku lakukan di bawah sambil menggigit bibir bawahnya.

Aku hanya tersenyum lalu mulai menjilat memek ibuku itu.

“Enghhhh…Rhann….” Racau ibuku merasakan lidahku menyapu bibit memeknya.

Aku gerakan naik turun lidahku di memeknya kemudian aku masukkan lidahku ke dalam.

“Emhhh….shhhh…”

Lalu aku turunkan celana dan cd ku sekaligus hingga mengeluarkan kontolku yang sudah tegak mengeras.

Setelah itu aku berdiri sehingga batang kontolku mampu terlihat oleh mata ibuku.

Ibuku reflek menutupi memeknya dan mengapitkan pahanya mencegah kontolku untuk penetrasi ke memeknya.

“Ja…jangan Ran! mamah gak mau lebih dari itu!” ucap ibuku menolak.

Aku mengangguk dan tersenyum, lalu aku buka pahanya lagi dan aku singkirkan tangannya yang menghalangi.

“Cuma digesek aja kok mah,” jawabku singkat.

Tampaknya ibuku setuju dengan perkataanku. Aku kemudian gesekkan kontolku di sepanjang bibir memeknya hingga menggesek-gesek klitorisnya.

“Enghhmm….enghhhh…enghhh…” desah ibuku.

Aku beberapa kali memukul-mukul memeknya dengan kontolku lalu ku gesek lagi. Nampaknya ibuku mulai terbuai nafsu yang lebih dalam lagi.

Aku coba peruntungan satu kali lagi.

“Mah, masukin boleh?” tanyaku dengan nada yang lembut.

“Jhanggann…Rhannn…jhanggaann…dhimashukkiinn….” desah ibuku menolak.

Kemudian aku gesekan jari jempolku di klitorisnya lalu aku sedikit tekan kontolku sehingga kelapanya masuk.

Tidak ada penolakan sama sekali dari ibuku, sebaliknya pinggulnya sedikit diangkat untuk menyongsong kontolku.

“Malu-malu mau nih!” batinku.

Aku gesek-gesek aku pilin-pilin klitorisnya lagi hingga pinggulnya bergoyang ke sana kemari tidak beraturan.

“Beneran mah, jangan dimasukin?,” tanyaku sambil tersenyum.

“Jhaangaann…Rhann…ghakk…bholehh…”

Gesekan kontolku semakin intens, beberapa kali batang kontolku nyaris masuk ke dalam memek ibuku karena aksinya sendiri mengangkat pinggul.

“Iya jangan mah, jangan dimasukin kan mah?” tanyaku lagi menggodanya.

“Jhangaann…Rhann…jhangaann…lhamaa…lamhaaaa…mashukkiinnn…”

Pinggulnya dia angkat, aku tersenyum mendengar persetujuan ibuku lalu…

Blesss…..

Masuklah batang kontolku ke memek ibuku. Dia kemudian langsung memelukku dan mengapit pinggangku dengan kakinya.

“Achhhhh…..!!!!!”

Nampaknya ibuku menyerah dengan permainannya sendiri, akhirnya dia yang meminta sendiri untuk memasukkan kontolku ke dalam memeknya.

Sejenak kami saling terdiam untuk meresapi kenikmatan pertama kalinya tubuh kami bersatu lagi setelah 18 tahun lamanya.

Kurasakan nikmat kedutan memeknya meremas kontolku. Aku gerakan sedikit kontolku untuk memompa memek ibuku.

“Engghhhhh….henghhhh….ouhhhh…..” desahnya menerima hujaman kontolku.

Matanya ia pejamkan dan wajahnya berpaling ke sebelah kiri tidak mau bertatapan langsung denganku.

Aku pagut bibirnya yang langsung ia balas namun masih dengan mata tertutup.

Aku percepat hujaman kontolku di memeknya hingga ibuku merasakan akan mencapai klimaks.

“Ouhhh….engkkhhhh….mamahhh…nyhampeee…Rhan…”

Kemudian ibuku memelukku dengan erat lalu…

Srrrr….srrrrr….srrrrr….srrrr….

Beberapa kali aku rasakan siraman air cintanya membasuh kontolku yang ada di dalam memeknya.

Wajah ibuku merah, matanya masih terpejam, bibirnya ia gigit.

“Mah! mah!” Aku memanggilnya.

Ibuku lalu membuka matanya. Melihat wajahku tepat di depan wajahnya ibuku kemudian berpaling.

Aku kembali arahkan wajahnya agar memandang wajahku, kemudian aku kembali gerakan kontolku keluar masuk memeknya.

“Mah! lebih enak kalo sambil tatap-tatapan,” ucapku pada ibuku.

Ibuku diam saja namun menuruti perkataanku. Aku kembali percepat pompaan kontolku di memeknya sehingga menimbulkan suara…

Plokkk….plokkk….plokkk…plokkk…

Ibuku mendesis lirih.

“Enghhh….enghhhh….enghhh….”

Dia tampak sudah tidak canggung lagi untuk bergoyang. Pinggulnya ia goyangkan mengimbangi pompaan kontolku di memeknya.

“Ouhhh….shhhh….enghhh…” lenguhku merasakan goyangan ibuku sendiri.

Sensasinya terasa berbeda dari yang lain namun tetaplah nikmat, apalagi mengingat jika aku melakukannya dengan ibu kandungku sendiri.

Hujaman kontolku semakin kuat dan cepat, membuat kami sama-sama mendesah.

“Ouhhh…..shhhh…enghhhh…Rhanndyy”

“Ouhh…emphhh…shhhh…mamahhh”

Aku merasa bahwa sebentar lagi aku akan jebol. Ibuku juga demikian terlihat akan klimaks untuk yang kedua kali.

“Enghhhh….Rhanndyyy…!!!”

“Achhhh….mamahhh…!!!”

Srrrr….srrrr…srrrr…srrrr

Crottt…crottt….crottt…crottt

Kami keluar bersama-sama. Aku keluar di dalam memek ibuku, saat itu tampaknya ibuku sudah kb jadi tidak perlu khawatir.

Setelah orgasme yang dahsyat barusan, kami masih mengatur nafas. Wajah ibuku terlihat sangat kusut namun terpancar rona kepuasan di sana.

Beberapa saat kemudian kami tidur bersama di ranjangku karena jam sudah menunjukkan pukul 02.30 WIB.

Bersambung

Foto bugil Rino Sakura gadis cantik tanpa sensor
Siang siang pacar minta PAP memek
tkw polos
Ngentot dengan TKW yang masih perawan dan polos
gadis sampul
Kenalan dengan tante sexy lalu di ajak kerumah nya
Foto melihat belahan memek sempit anak sma
tante kesepian
Ngintipin tante kesepian yang lagi masturbasi
Bercinta Dengan Frida Temen Kost Yang Paling Cantik
Cerita Seks Anuku Di Kocok Mbak Irma
Pembantu hot
Menikmati pantat montok pembantu ibuku yang manis
Foto Bugil Tante Montok Mainin Memek Sampai Basah
pijat plus
Menikmati pijatan yang membuat ku jadi terangsang
tante hot
Menikmati tubuh ibu dan tante ku sendiri
cerita sex istri selingkuh
Istriku ngentot dengan lelaki lain di depan mataku karena ingin balas dendam
adik kelass cantik
Ceritaku dengan adik kelas yang menawan
toge cantik
Pacarku Tega Menjual Tubuh Ku
Bayar hutang dengan memek , Cerita bokep bayar hutang